Tuesday, January 27, 2015

Jagad Raya dan Tata surya

A.   JAGAD RAYA / ALAM SEMESTA (THE UNIVERSE)
Definisi : jagad raya yaitu ruang maha luas, tidak terhingga tetapi ada batas-batasnya yang belum dapat diketahui.
-          Menurut para ahli, jagad raya bentuknya melengkung dalam keadaan memuai
-          Jagat raya terdiri dari Galaksi, nebula, bintang, planet,  satelit , komet, asteroid/planetoid, debu dan gas.
a.       Teori  terbentuknya jagad raya
1.       Teori keadaan tetap ( The Steady State Theory) – Fred Hoyle
Inti teori ini : alam semesta sekarang ini sama halnya dengan jutaan tahun yang lalu, sebab zat dan galaksi  baru selalu terbentuk untuk menggantikan zat/galaksi yg hilang.
2.       Teori Ledakan Besar ( The Big bang Theory) : Georges Lemaites, Belgis, 1930 dan George gamow
Jagad raya berawal dari suatu massa yg sangat besar dan berat jenisnya besar pula. Massa itu mengalami ledakan yang sangat dahsyat karena adanya reaksi inti massa dan menghasilkan panas 100 milyar Celcius. Ketika terjadi ledakan bagian-bagian massa berserakan, terpental jauh dari pusat. Setelah milyaran tahun bagian yang terpental tsb mengalami kondensasi  membentuk kelompok-kelompok yang disebut Galaksi
3.       Teori mengembang dan memampat (The Oscillating Theory), dikenal jg dg teori Ekspansi dan kontraksi
Jagad raya terbentuk karena adanya siklus materi ( selama 30 milyar tahun)
Dimulai dari Massa mengembang (ekspansi)   krn reaksi inti Hidrogen à terbentuk galaksi-galaksi dan bintang-bintang à  meredup  à Memampat (kontraksi) dg didahului dgn pancaran panas yg sangat tinggi à Mengembang   à memampat lagi.
keterangan tanda à : artinya proses selanjutnya

b.       Materi Jagad raya :
1.       Bintang : bintang adalah benda angkasa yang memiliki cahayanya sendiri. salah satu bintang adalah matahari.
Kelompok bintang yang membentuk pola-pola tertentu dan letaknyaa berdekatan disebut rasi bintang.
Bintang ( Matahari ) memiliki pengiring , yaitu planet
2.       Nebula : adalah kabut atau awan debu dan gas bercahaya dalam satu kumpulan sangat besar.
Nebula diyakini paara ahli sebagai cikal bakal terbentuknya tata surya (menurut teori Nebula- Laplace)

Contoh nebula : Orion M42 --- > di Rasi Orion ,  Nebula Trifid --- . di rasi Sagitarius










3.       Galaksi  : Galaksi adalah kumpulan gas , debu kosmik, nebula, dan benda-benda langit yang membentuk  pulau-pulau di dalam ruang hampa jagad raya.
Ciri-ciri Galaksi :
1.       Memiliki cahaya sendiri , bukan cahaya pantulan
2.       Jarak antara satu galaksi dengan galaksi lain, jaraknya jutaan tahun cahaya
3.       Memiliki milyaran bintang
4.       Masing-masing anggota memiliki gravitasi /tarik-menarik
5.       Galaksi mempunyai bentuk-bentuk tertentu antara lain :
bentuk Spiral : contohnya galaksi kita The milky way /Bima Sakti dan Andromeda. 
spiral berpalang
Bentuk elips ;  Contohnya Galaksi Ursa Mayor, Galaksi Fronax , dan Skulpter
bentuk tak beraturan : contohnya galaksi Magellan (galaksi yang terdekat dengan galaksi kita
4.    Asteroid / planetoid, adalah Puluhan ribu benda-benda langit kecil yang tersebar diantara orbit planet Mars dan Jupiter,  Menerima dan memantulkan cahaya matahari
5.    Planet : adalah benda langit yang  mengelilingi matahari dengan garis edar tertentu:
Ciri-ciri planet :
-          Tidak memiliki cahaya sendiri
-          Lintasan berbentuk elips
-          Kebanyakan memiliki satelit pengiring (bulan)
-          Beredar dgn arah yang sama kecuali
Planet dibedakan menjadi 2 golongan: 
a.       Berdasarkan kedudukannya terhadap bumi (lihat gambar dibawah)
1.       Plnet inferior / planet dalam : terletak diantara Bumi dan matahari. Berarti mercurius, venus dan bumi
2.       Planet superior : adalah planet yang terletak diluar orbit bumi. Berarti, Mars, Jupiter, Saturnus, uranus, neptunus
b.       Berdasarkan kedudukannya terhadap asteroid (lihat gambar dibawah)
1.       Planet dalam : terletak diantara matahari dan asteroid. Berarti merkurius, venus, bumi, Mars
2.       Planet luar : yupiter, saturnus, uranus, dan neptunus
6.    Komet / bintang berekor : Seperti planet, bergerak mengelilingi matahari, dgn garis edar berbentuk parabolis / lonjong
7.    Meteor : Pecahan batuan angkasa yang jatuh ke dlm atmosfer bumi. Jika ada bagian yg tdk habis terbakar, batuan meteor akan jatuh ke bumi, disebut Meteorit
B.      TATA SURYA (SOLAR SYSTEM)
Pengertian tata surya adalah  kumpulan benda-benda langit yang terdiri sebuah bintang besar sebagai pusatnya yang disebut matahari, dikelilingi oleh  planet planet, bulan, komet, meteor dan anggota anggota lain yang saling terikat dengan gaya tarik-menarik / gravitasi.


Teori terbentuknya Tata Surya :
v  Teori Kabut ( Nebula ) – oleh Immanuel Kant
Bumi kita terjadi bersama sama dengan matahari dan planet planet lainya. Semuanya terbentuk dari kabut gas yang berputar secara lambat ( evolusi ) yang mengakibatkan terjadi konsentrasi gumpalan gumpalan gas yang membentuk satu pusat. Pada bagian pusat membentuk gumpalan kabut bermasa besar yang kemudian menjadi matahari. Adapun gas gas di bagian tepi mengalami penurunan suhu yang menyusut membentuk planet planet yang mengelilingi matahari.
v  Teori Pasang Surut ~ Sir James Jeans dan Sir Harold Jeffreys
Teori ini menyatakan bahwa pada suatu waktu lewatlah sebuah bintang dekat dengan matahari. Kemudian terjadi daya tarik menarik antara matahari dengan bintang tersebut yang mengakibatkan lepasnya sebagian massa matahari.Bagian yang lepas membentuk seperti cerutu dan gumpalan gumpalan sekaligus mengalami pemadatan di sekitar matahari sehingga membentuk planet planet anggota tata surya
v  Teori Kondensasi , oleh  Laplace
Tata surya berasal dari kabut gas yang bersuhu tinggi dan berpilin, kemudian membentuk gumpalan gumpalan kabut gas. Karena kabut selalu memancarkan panas di alam semesta yang dingin, kabut tersebut mengalami penyusutan dan membentuk bola gas. Pilinan bola gas yang yang makin cepat menyebabkan sebagian masa gas di ekuator menjauh dari bola gas, kemudian membentuk bola bola gas yang lebih kecil dan mengelilingi bola gas awal. Bola bola gas kecil tersebut kemudian mendingin menjadi planet, sedangkan bola gas awal menjadi matahari.

TEORI-TEORI PEMBENTUKAN TATA SURYA

Kecerdasan yang diberikan oleh TUHAN kepada manusia memang sangat mengesankan, sehingga beberapa manusia cerdas yang turut andil dalam perkembangan ilmu pengetahuan dapat merumuskan sebuah pola di masa lalu dengan fakta-fakta yang ada pada masa sekarang.
salah satunya adalah munculnya teori – teori pembentukan tata surya yang dilahirkan oleh beberapa ilmuwan yang kemudian berkembang menjadi sebuah pemahaman dasar pada sejarah tata surya di masa silam. apa saja teori teori pembentukan jagad raya tersebut? silahkan simak di bawah ini :

1. Teori Proto Planet (Awan Debu) [Carl Von Weizsaecker, G.P. Kuiper & Subrahmanyan Chandarasekhar]


Tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Alam semesta saat ini juga terdapat gumpalan awan dan debu yang bertebaran di angkasa. Selama kurang lebih 5.000 juta tahun yang lalu, salah satu awan gas tersebut mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan tersebut partikel-partikel debu tertarik ke pusat awan dan membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin.
Selanjutnya gumpalan bola gas tersebut memipih berbentuk cakram. Partikel-pertikel di bagian tengah cakaram kemudian saling menekan sehingga menimbulkan panas dan menjadi pijar (matahari). Bagian yang lebih luar berputar sangat cepat sehingga terpecah menjadi gumpalan-gumpalan kecil. Gumpalan kecil ini berpilin juga dan mengalami pembekuan dan menjadi planet serta satelit.

2. Teori Pasang Surut [Jeans-Jeffrey,1917]

Sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, dapat menyebabkan pengerjaan pasang surut pada tubuh matahari pada massa matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Gaya tarikan ini membentuk lidah gas panas. Dalam lidah yang panas ini akan terjadi pengrapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah lalu bercerai menjadi benda-benda tersendiri yang merupakan planet-planet. Teori ini dikemukakan oleh Jeans dan Jeffreys.

3. Teori Planetisimal [Moulton dan Chamberlain]


Pada mulanya telah terdapat “matahari asal”. Pada suatu ketika matahari asal ini didekati oleh sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian matahari. Oleh tenaga penarikan pada matahari asal tadi, maka terjadilah peledakan-peledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfer matahari, kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat dan disebut planetesimal. Benda padat yang disebut planetesimal ini dalam perkembangan selanjutnya menjadi planet-planet yang salah satunya adalah bumi kita. Teori ini dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton.

4. Teori Kabut (nebula) [Kant-Lapplace, 1755]

Di jagat raya telah terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas hingga membentuk kumpulan kabut yang sangat besar ini berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang kencang ini, menyebabkan materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Fragmen yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.  Bagian inti kabut tetap berbentuk gas pijar yang kita lihat sebagai matahari sekarang ini.

5. Teori Bintang Kembar [Hoyle, 1956]

Teori ini dikemukakan oleh RA Lyttleton pada tahun 1956. Teori ini diberi nama teori bintang kembar karna Lyttleton beranggapan bahwa tata surya ( matahari dan planet ) terbentuk dari dua buah bintang, yang kemudian salah satunya hancur dan membentuk panet dan yang lainnya menjadi bintang ( matahari ) adapun alasan dari pendapat ini karna setelah penelitian terhadap tata surya lain ternya ada tata surya yang memiliki bintang kembar, oleh karna itulah Lyttleton beranggapan bahwa tata surya kita terbentuk dari proses meladaknya bintang kembar. Adapun raian dari teori tersebut adalah sebagai berikut :
Pada awalnya di tata surya kita ada dua buah bintang kembar yaitu matahari dan kembarannya. Entah karma sebab apa kemudian lama kelamaan kembaran dari matahari tersebut mengalami ledakan ledakan kecil hinga pada suatu ketika kemudian kembaran dari maahari tersebut benar – bena meledak menjadi serpihan – serpihan kecil dan debu – debu. Serpihan dan debu tersebut kemudian terperangkap oleh gaya grafitasi matahari, namun tidak tersedot masuk. Kemudian debu – debu yang terbentuk nberkumpul dan mempilin sehingga membentuk planet dan serpihan – serpihan batuan membentuk jalur asteroid yang memisahkan  planet dalam dan luar.

6. Teori Ledakan Dahsyat [The Big Bang]

Teori ini menyatakan bahwa adanya suatu massa yang sangat besar dan mempunyai berat jenis yang besar pula. Karena ada reaksi inti, maka massa tersebut meledak dengan hebatnya (big bang). Bagian yang berserakan dengan cepat menjauhi pusat ledakan. Setelah berjuta-juta tahun, bagian-bagian yang berserakan tersebut membentuk kelompok-kelompok dengan berat jenis yang lebih rendah. Kelompok-kelompok tersbut yang menjadi galaksi sekarang ini.